Fritz Haber, Patriot Jerman yang Berakhir Tragis

  • February 10, 2020

“Saya percaya disaat damai, seorang ilmuwan melayani dunia, Namun disaat perang, seorang ilmuwan akan melayani negaranya”. Itulah perkataan yang paling terkenal dari Fritz Haber, Fritz adalah seorang ilmuwan yang penemuannya berhasil meningkatkan produksi pertanian secara signifikan. Berkan penemuannya umat manusia terhindari dari bencana kelaparan bahkan hingga sekarang. Sekalipun demikian, pada tahun 1914 terlepas dari segala kemajuan yang dimiliki oleh umat manusia, perang dunia tetap akan terjadi dan Fritz akan segera menemukan pekerjaan barunya.

Pada abad ke 20 negara-negara maju di Eropa sudah begitu cembung satu sama lain yang membuat terjadinya konflik. Inggris yang sudah lama menyandang  gelar sebagai negara adidaya mulai terusik oleh kawan lamanya. Bagaikan Uni Soviet dan Amerika dalam perang dingin, Inggris dan Jerman yang dulu pernah sangat mesra, perlahan berubah menjadi rival. Baik Inggris maupun Jerman pada dasarnya memiliki banyak kemiripan, keduanya sama-sama maju dalam berbagai bidang seperti pengetahuan teknologi dan kapasitas industri.

Sekalipun memiliki banyak kemiripan pada dasarnya Inggris tetap melampaui Jerman. Terlebih dalam hal akses sumber daya yang ia peroleh dari wilayah kekaisarannya, suatu kemewahan yang tidak dimiliki oleh Jerman. Dalam berbagai peperangan, Inggris yang berkuasa atas lautan seakan memegang kunci. Siapapun yang melawannya harus siap menghadapi blokade lautnya, ia memutuskan akses sumber daya dan ekonomi dari negara-negara yang menjadi lawannya.

Sebelum perang dunia pertama, sekitar 38% dari total kebutuhan pangan yang dikonsumsi oleh Jerman dipenuhi dengan cara import. Demikian juga untuk sektor pertanian, dimana kebutuhan akan pupuk nitrogen sebagian besar masih bergantung pada Chille. Ketika perang dunia pertama terjadi, Jerman harus menghadapi embargo laut dari royal navy Inggris. Embargo tersebut memutuskan akses sumber daya yang sangat dibutuhkan oleh Jerman untuk memenuhi kebutuhan pangan dan industrinya. Inggris sudah membayangkan bahwa Jerman akan segera mengalami krisis pangan dan bahan baku industri, lemudian Jerman akan menyerah.

Awal Mula Karir Fritz Haber, Sang Bapak Perang Kimia

Namun sejarah berkata lain, akibat kemajuan IPTEK serta penemuan dari Fritz Haber. Jerman mampu menggantikan berbagai kebutuhan pangan dan militernya. Karena selain untuk membuat pupuk, Haber Proces juga dapat digunakan untuk memproduksi bahan peledak dan amunisi. Setelah pertempuran berlangsung cukup lama, kedua pihak sama-sama terlibat dalam perang parit. Jerman sadar, ia tidak mungkin menang dalam perang melawan sekutu. Terobosan jelas dibutuhkan agar Jerman dapat memenangkan perang ini. Namun bagaimana menemukan terobosan ini?.

Bagi Jermanm tentu saja dengan berbagai kemajuan ilmu pengetahuannya. Oleh karenanya, Jerman memperkerjakan Fritz sebagai kepala bidang kimia di kementrian perangnya. Fritz dan rekannya mendapatkan tugas baru, yaitu memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan sebagai senjata untuk mengalahkan musuh Jerman, mirip seperti Einsten pada PD 2.

Sebagai seorang ilmuwan sekaligus patriot Fritz percaya, kematian adalah kematian, tidak peduli apa yang menyebabkannya dan bagaimana prosesnya. Ia percaya, penggunaan senjata kimia, perpotensi untuk mempersingkat jalannya peperangan sekaligus membuat Jerman mampu mencapai kemenangan. Baginya perang yang lebih singkat sama artinya dengan menyelamatkan lebih banyak orang yang tidak sempat bergabung dalam perang ini.

Pada awalnya Jerman justru kesulitan dalam menemukan perwira yang ingin mencoba senjata buatan Fritz karena meragukan senjata baru ini. Namun pada pertempuran Ypres yang kedua, dibawah pengawasan Fritz untuk pertama kalinya sambil mengucapkan tuhan menghukum Inggris. Jerman menggunakan lebih dari 150 ton gas beracun di fron barat. Dalam pertempuran itu sekitar 70.000 pasukan sekutu menjadi korbannya. Korban yang selamat juga mengalami gangguan kesehatan sehingga tidak mampu bertempur lagi.

Pada tanggal 2 mei, Fritz kembali ke rumahnya untuk merayakan keberhasilan atas penemuannya itu. Keesokan harinya ia akan segera pergi ke fron timur untuk  mengawasi serangan gas beracun lainnya. Istrinya yang juga merupakan ilmuwan jenius terus mencegah suaminya dalam memanfaatkan kejeniusannya untuk membunuh dan melukai orang lain. Ketika Fritz tetap pada pendiriannya, Ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan menembakkan dirinya sendiri menggunakan pistol yang dimiliki oleh suaminya.

Kematian istrinya tidak mengubah pendirian Fritz, dikemudian hari ia bahkan mengembangkan gas beracun yang lebih berbahaya dari sebelumnya. Namun, terlepas dari semua usahanya, Jerman tetap kalah pada perang dunia pertama. Kekalahan ini sangat memukul Fritz, ia bahkan menyatakan akan membayar ganti rugi perang dari Jerman.

Kebangkitan Hitler dan partai Nazi di Jerman membuat kehidupan Fritz semakin sulit. Walaupun ia merupakan seorang ilmuwan yang sangat berjasa dan mencintai Jerman, Dimata Nazi ia tetap merupakan seorang Yahudi. Terdesak oleh situasi, Fritz terpaksa pindah dari Jerman dan tinggal di Inggris.

Disana ia bertemu dengan rivalnya Chaim Weizmann, berbeda dengan Fritz, Weizmann merupakan seorang pemimpin Zionist yang kelak akan menjadi presiden pertama Israel. Weizmann menawarkan Fritz sebagai kepala dari institut sains Daniel Sieff. Tawaran itu diterima, namun tidak lama setelah itu, Fritz meninggal di Swiss karena gagal jantung dalam perjalanannya ke Israel.

Storm troopers – Kisah Pasukan Elite Jerman

  • February 10, 2020

Pada tahun 1916, perang dunia pertama sudah berlangsung selama 2 tahun. Hal ini membuat pasukan sekutu dan pasukan poros terjebak dalam perang parit yang sangat menghabiskan sumber daya alam mereka. Keduanya ingin mengakhiri perang ini secepatnya, namun mereka sadar bahwa serangan demio serangan hanya akan membuat pasukannya berada tepat didepan senapan mesin musuhnya yang akan dengan cepat mengirim pasukan mereka menuju ke lembah kematian.

Kenyataan tersebut, memaksa kedua pihak untuk berfikir dan mencari terobosan baru dalam memenangkan perang. Sekalipun demikian, keduanya memiliki solusi yang jauh berbeda, bagi sekutu solusinya adalah mengembangkan kendaraan lapis baja. Sekalipun Jerman juga mengembangkan kendaraan lapis bajanya sendiri yaitu tank E-70. Namun itu bukanlah solusi utama bagi Jerman, bagi mereka solusi utamanya adalah mengembangkan sebuah pasukan khusus yang bernama Storm Troopers.

Berbeda dengan Storm Troopers milik Star Wars, Storm Troopes Jerman merupakan pasukan elit yang terkenal akan kemampuan tempurnya. Pasukan Storm Troopers  sebenarnya adalah pasukan infantri biasanya yang kemampuan dan kualitasnya sudah ditingkatkan berkat dikenalkannya taktik militer dan persenjataan baru milik Jerman. Konsep pasukan ini sebenarnya tidak terlepas dari pengalaman faksi sentral dalam menghadapi serangan Rusia.

Dikembangkannya Pasukan Elit Storm Troopers Oleh Jerman pada Perang Dunia I

Serangan Brusilov yang dilakukan oleh Rusia benar-benar mengejutkan semua pihak. Serangan ini bahkan hampir membuat fron timur menjadi hancur, khususnya jika fron tersebut masih dipertahankan oleh pasukan Austria Hungaria. Serangan Brusilov memiliki ciri khas dimana serangan akan diawali dengan bombardir artileri yang terkonsentrasi dan akurat yang kemudian segera diikuti oleh serangan pasukan infantri. Militer Jerman berusaha menggabungkan serangan Brusilov dengan konsep Storm Troopers. Konsep ini dikembangkan oleh kapten Willy Rohr dan Benhard Riddemann.

Konsep ini merupakan hasil experiman yang sudah diuji dilapangan baik oleh kapten Willy Rohr sendiri maupun perwira-perwira seperti Erwin Rommel. Melihat kekurangan pelatihan dan koordinasi antar pasukan sebagai permasalahan utama dari militer Jerman. Oleh karenanya mereka berusaha memberikan solusi guna mengatasi masalah ini dengan mengembangkan pasukan khusus bernama Storm Troopers. Personel pasukan ini seringkali terdiri dari veteran perang yang sebelumnya sudah ditempah ganasnya pertempuran di fron timur.

Storm Troopers berusaha menggabungkan unit unit seperti Jager Corps dan juga Pionerr Corps. Agar bisa bergabung dalam satuan ini setiap individu harus memenuhi beberapa persyaratan. Seperti tidak boleh berusia lebih dari 25 tahun, harus single, kuat secara fisik dan mental, atletis, dan bersifat agresif. Selain itu Storm Troopers juga menerapkan pemikiran baru di militer Jerman yang dikenal kaku, yaitu mengizinkan diambilnya keputusan berdasarkan situasi tanpa perlu melapor sesuai rantai komandonya. Personelnya juga mendapatkan jatah pangan dan tempat tinggal yang lebih baik dibandingkan pasukan biasa. Mereka juga bisa menghabiskan waktu lebih lama diluar parit pertahanan, namun benefit ini hanya mereka peroleh karena Storm Troopers sering kali mendapatkan misi yang berbahaya.

Storm Trooper diperlengkapi dengan senjata-senjata yang paling mutakhir seperti senapan Gewehr 93, Pistol Mauser C 96, dan senapan mesin ringan Madsen. Storm Troopers juga dilatih menggunakan persenjataan lawan yang dapat mereka temukan secara melimpah di garis pertahanan musuhnya. Umumnya mereka menyerang pada saat malam hari yang berkabut, lalu dengan cepat menghancurkan berbagai rintangan seperti kawat berduri. Kemudian mereka menunggu sampai artileri menyerang pertahanan musuhnya, ketika musuh masih belum pulih mereka akan menyerang dan menembus lapisan pertahanan musuhnya. Pada saat itu juga pasukan reguler juga turut menyerang dan menguasai parit-parit.

Namun, akibat jumlahnya yang terlalu sedikit dan munculnya wabah flu Spanyol serta datangnya bala bantuan yang tidak ada habisnya dari Amerika. Itu membuat militer Jerman tetap saja kalah dalam perang, sekalipun demikian konsep ini akan diterapkan secara menyeluruh oleh jendral Hans Von Seeckt dalam melawan pengaruh komunis yang masuk ke Jerman.